Langsung ke konten utama

Puisi ibu - TERIMAKASIH IBU

TERIMAKASIH IBU
Karya : Ujad Mahardika


terimakasih ibu

Aku bingung harus mengawali kata-kataku dari mana
Tapi yang jelas aku sangat berterimakasih padamu
Karena telah melahirkanku, merawatku dengan sabar dan tulus, hingga aku menjadi dewasa seperti sekarang ini.

Ibu
Pengorbananmu begitu besar...
Maafkan anakmu ini yang belum bisa membahagiakanmu
Tapi kasih sayang mu tak pernah pudar kepadaku.

Ibu
Maafkan aku yang selalu saja merepotkanmu
Pada hal ibu sudah mulai renta
Seharusnya sekarang ibu istirahat
Dan seharusnya aku yang sekarang merawat mu dan membahagiakan ibu.

Doamu yang tak pernah putus kepada anak-anakmu
Menjadi sebuah keberkahan bagi ku hingga aku menjadi seperti sekarang..

Ibu
Terimakasih, hanya ucapan sederhana ini yang bisa aku berikan sekarang ini.
Maaf, aku belum bisa membahagiakanmu.
Seandainya ada hutang yang tak bisa di bayar di dunia ini, yaitu hutang kepadamu ibu. 

Ibu,  kau selalu di dalam hatiku
Kasih sayang ku akan slalu ada untuk mu seperti ibu menyayangiku dari kecil hingga sekarang

Bokor, 22 Des 2019
Ujad mahardika

Nikmati juga versi video musikalisasi puisi berikut ini. 


Postingan populer dari blog ini

Lirik dan Chord JAMRUD - Ciaat

Lirik dan Chord Jamrud - Ciaat Intro : C5 D5 E5 C5 D5 G5 F#5 F# C5 Bangun pagi-pagi jangar sekali Cm#7 G5 D5 C5 Kepala, lutut, tangan sakit G5 B5 Semalam ku berubah jadi sansak C5 Cm#7 Digampar orang kiri dan kanan G5 D5 E5 Nyolek penyanyi korea G5 F#5 F5 C5 Aku diseret sebelas orang Cm#7 G5 D5 C5 Jelas engga bisa lari G5 B5 Terpaksa kulayani tinju mereka C5 Cm#7 Dengan jurus yang seadaanya G5 D5 E5 Dapet nyontek dari TV

Lirik dan Chord Jamrud - S.H.I.T

LIRIK DAN CHORD JAMRUD - S.H.I.T INTRO: A G A E G *Seperti ingus keluar dari lubang hidungmu bisa kau atur naik dan turun INTRO: G G Seperti Cintamu padaku harus ngikutin moodmu diajak kencan diajak jalan C B Am G Lagi anu...lagi ini...lagi itu.... C B Am G minggu depan aja...

KEPADA HATI AKU BERTANYA (Wulan Dhany) Mari berpuisi tentang cinta

KEPADA HATI AKU BERTANYA. Oleh : Wulan Dhany Dengan lirih aku berucap kepada sukmaku lebih mendekat. Berdialog dengan hati sendiri. Menyapa untuk mencari makna mesra dalam bahasa cinta. Wahai hati, dapatkah engkau hilangkan rasa ini? Rasa ini begitu kuat dan melekat. Hingga ku sebut itu adalah nikmat. Pada jiwa yang tengah rapi terbingkai dengan rona cinta. Aku lemah jika untuk menolak rasa. Tak sanggup pula aku melupa, sebentar beranjak Dan sedikit mencipta jarak. Mengalihkan sesuatu yang telah bertahta. Aku takkan bisa! . Tanpa terbata hatipun bersuara sungguh rasa yang telah hadir tidaklah mudah untuk bisa sirna, biarlah rasa ini akan tetap bertahta dalam dasar jiwa. Bukan!!! Bukan kepada hati dan waktu yang salah, karena cinta takkan bisa tenang sebelum mendapat singgahan ternyaman. Jadi, izinkalah aku tetap menyimpan rasa cinta ini untuk membawamu dalam ketenanangan wahai Tuanku. Hati, kenapa engkau begitu teguh untuk menyimpan cinta? Bukankah kau tau rasa cinta y...