Langsung ke konten utama

Kumpulan Pantun Ramadhan

Kumpulan Pantun Ramadhan, pantun Ramadhan ini mungkin masih banyak terdapat kekurangan, jadi para Pengunjung SELALU ADA agar bisa maklum karena saya selaku admin dari blog SELALU ADA ini masih miskin ilmu. Jika masih ada kekurangan saya mohon maaf.

Baiklah di bawah ini ada berberapa pantun ramadhan, silahkan di simak ya

Ikan sepat goreng berlada
Udang galah sedap di makan
Selamat menunaikan ibadah puasa
Salah dan khilaf mohon di maafkan

Rotan getah menjulang panjang
Panjang melintang tanda kesetiaan
Bulan puasa menjelang datang
Salah dan khilaf mohon di ma'afkan

Buah nangka buah cempedak
Anak biawak mati besepai
Entah puasa entah tidak
Minta maaf tak tanggung berjujai...

Sms masuk leguk legak
Ucapan puasa bukan main banyak
Di suruh puasa dia tak endak
Kalau raye die lah yang paling lagak..

Pergi ke sungai memancing ikan
Ikan di pancing di bulan puasa
Kami sekeluarga mengucapkan
Selamat berbuka puasa

Mungkin hanya itu pantun yang bisa saya share, sekali lagi saya mohon maaf atas kekurangan nya.
Saya selaku admin SELALU ADA mengucapkan Marhaban ya Ramadhan, Mohon maaf lahir dan batin.

Postingan populer dari blog ini

Lirik dan Chord JAMRUD - Ciaat

Lirik dan Chord Jamrud - Ciaat Intro : C5 D5 E5 C5 D5 G5 F#5 F# C5 Bangun pagi-pagi jangar sekali Cm#7 G5 D5 C5 Kepala, lutut, tangan sakit G5 B5 Semalam ku berubah jadi sansak C5 Cm#7 Digampar orang kiri dan kanan G5 D5 E5 Nyolek penyanyi korea G5 F#5 F5 C5 Aku diseret sebelas orang Cm#7 G5 D5 C5 Jelas engga bisa lari G5 B5 Terpaksa kulayani tinju mereka C5 Cm#7 Dengan jurus yang seadaanya G5 D5 E5 Dapet nyontek dari TV

Lirik dan Chord Jamrud - S.H.I.T

LIRIK DAN CHORD JAMRUD - S.H.I.T INTRO: A G A E G *Seperti ingus keluar dari lubang hidungmu bisa kau atur naik dan turun INTRO: G G Seperti Cintamu padaku harus ngikutin moodmu diajak kencan diajak jalan C B Am G Lagi anu...lagi ini...lagi itu.... C B Am G minggu depan aja...

KEPADA HATI AKU BERTANYA (Wulan Dhany) Mari berpuisi tentang cinta

KEPADA HATI AKU BERTANYA. Oleh : Wulan Dhany Dengan lirih aku berucap kepada sukmaku lebih mendekat. Berdialog dengan hati sendiri. Menyapa untuk mencari makna mesra dalam bahasa cinta. Wahai hati, dapatkah engkau hilangkan rasa ini? Rasa ini begitu kuat dan melekat. Hingga ku sebut itu adalah nikmat. Pada jiwa yang tengah rapi terbingkai dengan rona cinta. Aku lemah jika untuk menolak rasa. Tak sanggup pula aku melupa, sebentar beranjak Dan sedikit mencipta jarak. Mengalihkan sesuatu yang telah bertahta. Aku takkan bisa! . Tanpa terbata hatipun bersuara sungguh rasa yang telah hadir tidaklah mudah untuk bisa sirna, biarlah rasa ini akan tetap bertahta dalam dasar jiwa. Bukan!!! Bukan kepada hati dan waktu yang salah, karena cinta takkan bisa tenang sebelum mendapat singgahan ternyaman. Jadi, izinkalah aku tetap menyimpan rasa cinta ini untuk membawamu dalam ketenanangan wahai Tuanku. Hati, kenapa engkau begitu teguh untuk menyimpan cinta? Bukankah kau tau rasa cinta y...